19 Jun 2015

Jumat. 2Kor 11:18,21b-30; Mat 6:19-23. Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. Dalam Kitab Suci kita temukan banyak paradoks, hal-hal yang nampaknya berlawanan. Apa yang biasanya kita banggakan? Bukankah kekuatan dan kehebatan kita? Misalnya: “Tim sepakbola kita selalu unggul.” Atau: “Petinju kita belum pernah dikalahkan.” Orangtua pasti membanggakan anaknya yang ranking satu di kelasnya. Dan apa yang dilihat sebagai kele-mahan, kita sembunyikan karena dianggap memalukan. Tapi rasul Paulus malah membanggakan kelemahannya. Mengapa? Karena dalam kelemahannya nampak kekuatan Allah yang melakukan hal-hal besar lewat dirinya. Dan kuasa Allah itulah yang ia agungkan.

Comments are closed.