1 Jun 2015

Senin. Pw S. Yustinus. Tb 1:1a,2a,3; 2:1b-8; Mrk 12:1-12. Ia belum juga takut. Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh karena perkara yang sama.Tobit adalah seorang saleh dari Kerajaan Utara yang dibuang ke Niniwe. Ia dan keluarganya tetap beribadah kepada Tuhan dan rajin berbuat amal. Kalau seorang buangan dibunuh oleh penguasa, mayat mereka dibiarkan sebagai tontonan. Tobit diam-diam mengu-burkannya sebagai amal bakti bagi bangsanya. Karena itulah ia dicari untuk dibunuh. Maka ia melarikan diri ke tempat lain. Tapi di situ pun ia tetap melakukan perbuatan baiknya. Ia tidak sampai hati menikmati makan enak sendirian. Maka ia menyuruh anaknya mencari seorang miskin untuk ikut menikmati hidangan lezat itu. Berbuat baik sudah merupakan keharusan atau kodrat kedua bagi Tobit. Rasa takut akan hukuman tidak dapat menghalangi dia. Akhirnya Tuhan jugalah yang menghakimi kita menurut segala perbuatan kita. Jadi bodohlah orang yang berbuat baik hanya untuk mencari nama, atau melalaikan perbuatan baik hanya karena takut dirugikan.

Comments are closed.