Monthly Archives: May 2015

29 Mei 2015

Sir 44:1,9-13; Mrk 11:11-26. Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun. Bait Suci di Yerusalem dijadikan sarang penyamun. Kegi-atan jual beli disertai banyak keributan, pertengkaran dan tipu menipu. Hiruk pikuk itu tidak bisa ditertibkan dengan kelembutan. Maka Yesus bertindak dengan tegas demi membela orang miskin serta orang tersisih dari bangsa lain yang ingin berdoa di situ. Mestinya imam-imam kepala yang bertanggung jawab atas ketertiban di tempat kudus itu berterima kasih kepada Yesus. Tetapi mereka malah mau membunuhnya. Mungkinkah karena mereka kehilangan penghasilan tambahan dari pajak para pedagang itu?

28 Mei 2015

Sir 42:15-25; Mrk 10:46-52. Karya Tuhan hendak kukenang-kan, dan apa yang telah kulihat hendak kukisahkan. Bagi orang yang terbuka mata dan telinga hatinya, karya Tuhan seperti buku yang tak habis-habisnya dibaca. Selalu ada hal-hal baru yang membuat kita terpesona. Kita diberi mulut juga untuk mengisahkan semua keajaiban itu. Orang yang bisu tuli pun bisa mengisahkannya. Sayang banyak orang menganggap hidup ini membosankan. Hidupnya kelabu, tiap hari sama saja. Coba kita cermati kisah Bartimeus. Bisakah kita membayangkan apa yang ia ceritakan di rumah setelah ia disembuh-kan oleh Yesus? Dengan mengagumi karya Tuhan dan mewartakan-nya, kita memuliakan sang Pencipta.