6 Mei 2015

Kis 15:1-6; Yoh 15:1-8. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Kasih itu mempersatukan. Bagi kasih sejati berlaku pepatah: Jauh di mata, dekat di hati. Suami istri yang saling mengasihi bisa terpisah oleh samudera, tetapi hati mereka tetap berpadu setiap waktu. Apalagi kasih Yesus. Kita sering berdoa: Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Kita mohon supaya mampu mengasihi seperti Dia. Bukankah kita merasa tak mampu mengasihi orang yang membuat hidup kita pahit dan sengsara? Kasih Yesus memampukan kita tetap mengasihi dan mengampuni. Alangkah indahnya bila kita bisa mengaku seperti rasul Paulus: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Yesus yang hidup dalam diriku.”

Comments are closed.