16 Apr 2015

Kamis. Kis 5:27-33; Yoh 3:31-36. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal. Percaya tidak berarti menerima dengan akal budi bahwa sesuatu itu benar. Percaya kepada Yesus artinya menerima Dia sebagai Terang yang menerangi seluruh hidup kita, menjadi sehati dan sepikir dengan Dia. Segenap pikiran, perasaan dan perbuatan kita menjadi selaras dengan Yesus. Maka bersama rasul Paulus kita bisa berkata: Aku hidup, tapi bukan aku lagi yang hidup, melainkan Dia yang hidup dalam aku. Dalam Yesus ada hidup yang kekal. Maut tidak lagi berkuasa atas diri-Nya. Bersatu dengan Yesus berarti mengambil bagian dalam hidup yang kekal yang sudah Ia sediakan bagi sahabat-sahabat-Nya.

Comments are closed.