1 April 2015

Rabu. Yes 50:4-9a; Mat 26:14-25. Aku tidak menyembunyikan muka-ku ketika aku dinodai dan diludahi. Perjamuan Paskah biasanya berlangsung penuh sukacita untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah bangsa Israel: Tuhan dengan penuh kuasa dan belas kasihan membebaskan umat-Nya dari perhambaan di Mesir. Tapi perjamuan terakhir itu diwarnai kesedihan karena perpisahan. Yesus tahu apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Dia akan dihina, didera dan akhirnya dibunuh dengan teramat keji oleh orang-orang yang Ia kasihi dan ingin Ia selamatkan. Mereka tidak menghendaki Mesias yang seperti Dia: lembut, rendah hati, pengampun. Mereka menginginkan pejuang penuh kuasa dan kekerasan yang membebaskan mereka dari penjajahan orang Roma. Yesus bisa saja lari untuk menyelamatkan diri. Tapi Ia memilih untuk tinggal bersama kawanan-Nya. Ia rela diri-Nya dikhianati oleh Yudas, ditinggalkan oleh semua murid-Nya, disangkal oleh Petrus, dan disalibkan. Hanya karena cinta.

Comments are closed.