11 Mar 2015

Rabu. Ul 4:1,5-9; Mat 5:17-19. Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Orang yang menem-puh perjalanan dari Jakarta ke Bandung dibantu oleh penunjuk jalan. Di persimpangan ia harus memilih mana yang membawa dia ke tempat yang dituju. Taurat Tuhan seperti penunjuk jalan ke tujuan hidup kita, yaitu persatuan dengan Allah dalam hidup ini dan di akhirat. Salah satu penunjuk jalan misalnya, “Jangan mencuri”. Kita dituntut menjadi orang jujur dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan menolong orang lain. Mencuri satu ekor ayam atau HP atau menerima trilyunan rupiah sebagai suap, sama-sama menyesatkan dan menjauhkan kita dari tujuan hidup.

Comments are closed.