9 Mar 2015

Senin. 2Raj 5:1-15a; Luk 4:24-30. Tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Kalau kita boleh memilih antara buah apel dari Malang dan apel impor dari New Zealand, tentu kita memilih yang terakhir. Ada kebanggaan dan kenikmatan makan buah impor. Kalau ada ceramah yang diberi oleh pengkhotbah dalam negeri, dan di waktu yang sama ada ceramah lain oleh pengkhotbah asing, tentu yang terakhir ini akan dibanjiri orang, dan yang pertama sepi. Begitulah sifat manusia dari dulu sampai sekarang. Tidak heran Yesus ditolak di Nasaret, tempat Ia dibesarkan. Kita diajak meninggalkan praduga dan prasangka, dan membuka hati untuk apa yang mau dikatakan Tuhan sekarang, lewat orang ini.

Comments are closed.