30 Jan 2015

Ibr 10:32-39; Mrk 4:26-34. Biji itu yang paling kecil. Bagi kita ‘kecil’ sering berarti tidak berharga, bisa diremehkan dan diberi nilai ‘hanya’. Misalnya, hanya anak kecil, hanya perkara kecil, hanya dosa kecil, hanya kelompok kecil, yaitu minoritas. Tidak demikian bagi Allah. Maka Kerajaan Allah pun diumpamakan dengan biji sesawi. Jangan kita remehkan karena kecilnya, tapi perhatikan daya tumbuhnya. Ia bisa menjadi besar, sehingga burung-burung pun bersarang dalam rimbunannya. Tapi supaya biji kecil itu tumbuh menjadi pohon besar, ia perlu dipelihara. Bacaan pertama mengajak kita terus berpegang pada iman kita. Untuk itu perlu ketekunan, kesetiaan kita setiap hari.

Comments are closed.