19 Jan 2015

Ibr 5:1-10; Mrk 2:18-22. Selama pengantin itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Orang Farisi membuat peraturan berpuasa dua kali seminggu, dan ingin mewajibkannya pada semua orang. Bagi mereka puasa menjadi tujuan, bukan lagi sarana. Puasa itu baik pada waktu yang tepat dan dengan tujuan yang benar pula. Mana ada orang berpuasa dalam pesta pernikahan? Yesus mengumpamakan diri dengan mempelai. Masa bersama Dia adalah masa penuh sukacita, bagai pesta pernikahan. Kita pun mengenal saat-saat duka, saat menyesali dosa dan bertobat, puasa dan matiraga untuk memberi silih. Semua itu hanya untuk bisa membuka diri bagi sukacita yang besar: Kehadiran Allah bersama kita.

Comments are closed.