16 Okt 2014

Kamis. Ef 1:1-10; Luk 11:47-54. Allah memilih kita supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Tak seorang pun lahir secara kebetulan, walaupun ia hasil dari ‘kecelakaan’ dan tidak dikehendaki orang tuanya. Hidup kita ini mempunyai tujuan yaitu bersatu dengan Penciptanya, di bumi dan di akhirat. Karena Allah kudus, maka persatuan itu hanya mungkin bila kita kudus. Hidup manusia di bumi merupakan sebuah ziarah ke gunung suci Allah. Tapi orang sekarang lebih suka ziarek ketimbang ziarah. Dan lebih banyak waktu dipakai untuk rekreasi ketimbang berdoa. Masihkah ada nabi-nabi yang mengingatkan kita akan tujuan hidup? Masihkah mereka didengarkan ataukah mereka dibungkam seperti dikatakan Yesus?

Comments are closed.