28 Sept 2014

Minggu Biasa XVI. Yeh 18:25-28; Flp 2:1-11 (Flp 2:1-5); Mat 21:28-32. Kalau orang benar berbalik dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena kecurangannya. Sebaliknya kalau orang fasik bertobat, melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Akhir hidup orang menentukan nasibnya di akhirat. Permulaan yang baik belum cukup. Perlu menjaga diri agar tidak jatuh dalam kejahatan. Ada yang berkata: “Biar kucari nikmat dulu. Bertobat nanti saja kalau sudah tua.” Siapa menjamin kita menjadi tua? Banyak orang muda mati mendadak. Melakukan kehendak Allah tidak cukup dengan berkata “Tuhan, jadilah kehendak-Mu.” Perlu diwujudkan dengan perbuatan. Jangan kuatir; di situ kita alami sukacita sejati.

Comments are closed.