17 Sept 2014

Rabu. 1Kor 12:31 – 13:13; Luk 7:31-35. Sekarang, setelah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Secara fisik, kita tumbuh dari bayi menjadi kanak-kanak, remaja, dewasa. Secara rohani kita juga perlu tumbuh menjadi dewasa dalam iman. Sayang itu sering dilupakan atau diabaikan. Orang yang dewasa imannya tidak begitu saja mengikuti tiupan angin yang entah datang dari mana. Ia juga tidak memilih yang paling gampang, enak dan menguntungkan. Ia tahu berpikir dan menimbang-nimbang dengan matang, memilih dengan tanggung jawab. Ia tanggap terhadap suka dan duka di lingkungannya dan tidak menghakimi dengan sembarangan. Kemayangan pribadinya memancarkan kebijaksanaan Allah.

Comments are closed.