22 Mar 2014

Sabtu. Mi 7:14-15,18-20; Luk 15:1-3,11-32. Biarlah ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita. Apa yang diha-rapkan oleh nabi Mikha ditunjukkan dengan jelas oleh Yesus dalam perumpamaan anak yang hilang. Bahkan lebih dari itu. Bapa tetap mengasihi anaknya dan terus menantikan dia kembali. Ketika dia pulang, tak ada satu kata pun yang menunjukkan kemarahan atau ke-kecewaannya. Hanya ada sukacita dan kemurahan hati yang diwujudkan dalam perayaan meriah. Si sulung tidak mau ikut perayaan itu. Hatinya tidak senada dengan hati bapanya. Ia tidak merasa diri bersalah, jadi tidak juga mengalami sukacita diampuni

Comments are closed.