20 Mar 2014

Kamis. Yer 17:5-10; Luk 16:19-31. Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu. Hatinya sudah membatu. Dengan hati orang mencinta; dengan hati yang sama orang membenci. Dari hati timbul niat luhur, tapi juga rencana jahat. Hati bisa tulus dan lunak, tapi bisa juga licik dan keras, bahkan lebih keras dari batu. Sekeras itulah hati si kaya yang setiap hari melihat Lazarus berbaring dekat pintu rumah-nya, penuh borok dan makan apa yang jatuh dari mejanya. Ia tidak menaruh kasihan sedikit pun dan tidak mau memberi tempat di hatinya bagi orang yang menderita. Maka tak ada tempat baginya di dalam kerajaan surga. Marilah kita berdoa memohon hati yang lembut dan berbelaskasih.

Comments are closed.