Monthly Archives: September 2011

28 Sep 2011

Rabu. Neh 2:1-8; Luk 9:57-62. Aku akan ikut Engkau ke mana saja Engkau pergi. Bagus, itu keinginan luhur dan terpuji. Tapi sudahkah menyadari konsekuensinya? Ikut Yesus seperti itu berarti rela meninggalkan segalanya. Menjadi guru keliling mewartakan kabar baik, tidak punya tempat tinggal tetap, tidak punya apa-apa, bahkan batu pun tidak untuk meletakkan kepala. Apa yang didapati atau diberikan, itu yang diterima dengan syukur. Masih ada syarat lain. Kalau mau menerima kondisi seperti itu, jangan pikir panjang. Menyampaikan kabar baik Kerajaan Allah adalah tugas urgen, sangat mendesak. Jangan tunggu sampai ayah sudah meninggal dan dimakamkan. Jangan menoleh ke belakang. Panenan banyak, padi sudah menguning. Pekerja hanya sedikit. Mari bergegas, sekarang juga.

27 Sep 2011

Selasa. Pw. S. Vinsensius de Paul. Za 8:20-23; Luk 9:51-56. Yesus berpaling dan menegur mereka. Orang Samaria dan orang Yahudi saling bermusuhan. Salah satu sebabnya ialah, ketika orang Samaria mau membantu orang Yahudi membangun kembali Bait Allah di Yerusalem sesudah pembuangan, mereka ditolak. Sakit hati itu diwariskan turun temurun. Perjalanan Yesus dan rombongan menuju Yerusalem. Maka orang Samaria tidak mau menerima mereka. Yakobus dan Yohanes mau main hantam saja. Tapi bukan begitu cara Yesus, sang Guru: ‘Jangan memaksa, jangan memakai kekerasan. Lakukan segalanya dengan kelembutan. Belajarlah pada-Ku, Aku lemah lembut dan rendah hati.’