18 Nov 2010

Kamis. Why 5:1-10; Luk 19:41-44. Ketika Yesus melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya. Yesus juga menangis di kuburan Lazarus. Ia manusia sejati yang tahu dan mengalami segala perasaan kita. Nabi Yeremia di tahun 650 SM meratapi kota itu karena tak mau bertobat dan kemudian diruntuhkan oleh orang Babel. Karena keberaniannya berbicara demi keselamatan bangsanya, Yeremia ditangkap, ditahan, dipermalukan dan dibuang, bahkan mungkin dibunuh oleh bangsanya sendiri. Yesus akan mengalami nasib yang sama di Yerusalem. Ia juga akan ditangkap, diadili, dipermalukan dan dibunuh. Yesus menangis bukan untuk diri-Nya sendiri, melainkan untuk kita yang ia cintai, jangan sampai kita binasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s