4 Nov 2010

Kamis. Pw S. Karolus Borromeus. Flp 3:3-8a; Luk 15:1-10. Meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan mencari yang sesat. Ada yang menganggap tindakan gembala itu kurang bijak. Boleh jadi kalau ia kembali, yang 99 ekor itu sudah lari semua. Sementara yang ada di tangannya hanya satu ekor yang tadinya sesat. Berbeda dengan alegori, perumpamaan pada umumnya mempunyai satu titik persamaan. Fokus cerita ini pada usaha gembala untuk mencari dan kegembiraannya ketika ia menemukannya. Mengapa ia mau bersusah-susah, bahkan dengan mengambil resiko meninggalkan 99 lainnya? Mengapa kegembiraannya meluap-luap sehingga ia mengundang kawan-kawannya? Tiada lain karena domba itu sangat berharga baginya dan Ia sangat mencintainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s