15 Sep 2010

Rabu. Pw SP Maria berdukacita. 1Kor 12:31-13:13 atau Ibr 5:7-9 ; Luk 7:31-35 atau Luk 2:33-35. Sebuah pedang akan menembus jiwamu sendiri … Nubuat Simeon itu menjadi kenyataan ketika Maria berdiri di kaki salib. Adakah duka sebesar duka Bunda Maria ketika melihat Anaknya yang tak berdosa tergantung pada salib, dihukum mati seperti seorang penjahat? Di saat yang paling gelap itu, Maria menerima tugas baru. Mulai sekarang ia bukan hanya Bunda Yesus, melainkan Bunda Gereja, Bunda semua orang beriman. Menerima Maria sebagai Bunda kita, berarti juga menerima dia sebagai model orang beriman. Memberi kesaksian bahwa penderitaan dan kematian bukan yang terakhir, tetapi di balik sana ada kebangkitan dan kemuliaan bagi orang yang mati demi kebenaran dan kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s