12 Sep 2010

Minggu Biasa XXIV. Kel 32:7-11,13-14; 1Tim 1:12-17; Luk 15:1-32 (Luk 15:1-10). Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka. Tindakan Yesus itu menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi yang “baik-baik”. Itulah yang menjadi alasan Ia menceritakan tiga perumpamaan yang sangat indah tentang belaskasih Allah. Manusia nampak paling indah bila ia mengasihi. Di situlah ia paling mirip aslinya, Penciptanya. Kasih menjadi belaskasihan kalau yang dikasihi itu dalam keadaan malang. Dalam ketiga perumpamaan itu nampak kasih Allah yang tak bersyarat. Kasih itu tak bisa dimengerti. Hanya bisa diterima, dialami dan diberikan pula, dengan cuma-cuma dan tanpa syarat, seperti yang kita terima dari Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s