15 Jan 2010

Jumat. 1Sam 8:4-7,10-22a; Mrk 2:1-12. ‘Anak-Ku, dosamu sudah diampuni.’ Sama seperti kita, si lumpuh dalam Injil memikul beban dosa. Berapa beratnya, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Pasti cukup berat, sehingga melumpuhkan dia. Yesus mengampuni dia, mengangkat beban dosanya sehingga ia bisa berjalan. Orang banyak takjub dan memuliakan Allah. Tapi apa yang dilakukan Yesus itu menjadi batu sandungan bagi para ahli Taurat. Perbuatan baik tidak mesti disambut baik oleh semua orang. Dalam kelompok mana pun kita temui orang-orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, memfitnah. Yesus yang maha sempurna pun tidak luput dari orang seperti itu. Jadi untuk apa dipikirkan? Yesus saja menjadi korban fitnah. Apakah kita lebih sempurna dari Dia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s