12 Des 2009

Sabtu. Sir 48:1-4.9-11; Mat 17:10-13. Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Sirakh menggambarkan Elia sebagai api; perkataannya seperti obor yang membakar, penuh ancaman tentang masa depan. Maksudnya tiada lain supaya bangsa yang keras hati itu bertobat, dan murka Allah jangan meletus atas mereka. Yohanes, Elia baru, tidak kalah semangatnya. Dengan terus terang dikecamnya orang-orang yang berbuat jahat dan bersikap munafik. Bahkan raja Herodes ditegurnya dengan terang-terangan. Kita sudah tahu bagaimana orang-orang seperti Elia dan Yohanes diperlakukan oleh para penguasa. Mereka harus dibungkam. Maka Elia dikejar untuk dibunuh, Yohanes dipenjarakan lalu dipenggal kepalanya dan Munir diracuni.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s