16 Sep 2009

Rabu. Pw S. Kornelius dan S. Siprianus. 1Tim 3:14-16; Luk 7:31-35. Engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah. Manusia tidak bisa hidup sendirian, maka ia lahir dan dibesarkan di dalam keluarga. Secara rohani pun kita lahir dan dibesarkan di dalam keluarga, yaitu keluarga Allah. Waktu dibaptis, kita mendapat wali baptis, yang bukan orangtua kita sendiri. Kita menyebut Allah “Bapa”, bukan Bapaku, melainkan Bapa Kami. Kita saudara satu sama lain, sepenanggungan: Yang jatuh tidak dibiarkan tergeletak, tapi semua ikut membangkitkan. Kalau ada yang sukses semua ikut gembira dan menari. Dan pangkal persatuan ialah Allah sendiri sebagai dasar kebenaran. Persatuan dan persaudaraan kita hancur bila masing-masing berpegang pada kebenarannya sendiri. Hanya ada satu kebenaran, yaitu Allah sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s