Daily Archives: 20 August 2009

20 Agt 2009

Kamis. Pw S. Bernardus. Hak 11:29-39a; Mat 22:1-14. “Hai anakku engkaulah yang mencelakakan aku. Aku telah membuka mulutku bernazar kepada Tuhan, dan aku tak dapat mundur.” Mungkin tidak ada ayah yang semalang Yefta. Ia dipercaya oleh para tua-tua sukunya untuk berperang melawan bani Amon yang menyengsarakan mereka. Yefta kurang percaya diri dan juga kurang percaya pada Tuhan. Maka ia bernazar, “Tuhan, jika Engkau menyerahkan bani Amon kepadaku, … maka apa yang keluar dari pintu rumahku pada waktu aku kembali, akan kupersembahkan sebagai kurban bakaran.” Celaka, yang keluar untuk menyambut dia dengan memukul rebana dan tari-tarian, adalah anaknya perempuan, anak yang tunggal. Putri itu dengan besar hati menerima nasibnya. Sayang, Yefta tidak mengenal hati Tuhan. Apakah kita lebih baik dari Yefta?