Monthly Archives: June 2009

28 Jun 2009

Minggu Biasa ke XIII. Keb 1:13-15; 2:23-24; 2 Kor 8:7.9.13-15; Mrk 5:21-43. Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan dijadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri. Hidup manusia di dunia ini paling seratus tahun atau lebih sedikit. Orang memakai istilah “tutup usia”, karena sesudah mati, usianya tidak bertambah lagi. Apakah semuanya berakhir? Tidak. Allah sendiri menanamkan dalam hati ciptaan yang paling istimewa ini kerinduan akan keabadian. Hakekat Allah adalah keabadian-Nya. Manusia dijadikan untuk hidup kekal bersama-Nya. Itu ditunjukkan Yesus dengan membangkitkan anak Yairus dari mati. Ia juga menghentikan penyakit mematikan yang diderita perempuan yang sakit pendarahan itu. Dengan Yesus Kerajaan Allah sudah datang dan akan digenapi di akhir zaman. Di sana tak ada lagi maut atau penyakit.

27 Jun 2009

Sabtu. Kej 18:1-15; Mat 8:5-17. Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya. Abraham digambarkan sebagai orang yang sangat menghormati tamu dan berbuat segalanya untuk menyenangkan mereka. Sebenarnya ia bisa saja memberi perintah kepada hamba-hambanya. Tapi dia sendiri yang berlari ke sana ke mari untuk menyiapkan segalanya dan memberi yang terbaik dari yang ia punya. Ternyata yang ia jamu itu bukan manusia tapi Tuhan sendiri. Kembali Tuhan mengulangi janji bahwa Sara akan melahirkan. Kali ini waktunya dipastikan: Tahun depan sudah ada. Sekarang giliran Sara untuk tertawa. Memang pada Allah tidak ada yang mustahil. Beranikah saya berharap kalau tampaknya tidak ada harapan lagi? Kalau Tuhan menghendaki, pasti akan terjadi.