9 Mar 2009

Senin. Dan 9:4b-10; Luk 6:36-38. Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan memberontak … Mengulang kata-kata kitab suci itu gampang. Tapi apakah ucapan bibir kita juga merupakan ungkapan hati? Manusia cenderung menutupi kesalahannya. Kalau ia memecahkan gelas, yang disalahkan kucing atau tikus. Atau orang lain yang meletakkan gelas itu di tempat yang salah, atau lantai yang licin. Pokoknya selalu mencari alasan untuk membenarkan diri. Dosa itu seperti penyakit. Kalau pasien menyembunyikan penyakitnya, mana mungkin dokter menyembuhkannya? Daniel mengajak kita untuk dengan rendah hati mengakui dosa dan kesalahan kita kepada Allah. Mengaku salah tanda jiwa yang besar. Baginya terbuka peluang untuk tumbuh menjadi lebih baik dan kudus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s