Monthly Archives: November 2008

28 Nov 08

Jumat. Why 20:1-4,11 – 21:2; Luk 21:29-33. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Kita tahu segala dalam hidup ini fana, semuanya berakhir. Makanan enak dalam dua hari membusuk, baju indah menjadi lapuk, pohon besar tumbang dan mati, gunung pun luluh. Manusia teramat rapuh. Juara tinju jatuh K.O. dihitung sampai 50 pun belum bangkit. Persahabatan kental dalam satu jam bisa berubah menjadi permusuhan yang sengit. Janji suci dengan sumpah pun bisa dilanggar. Semua kesia-siaan, kata si Pengkhotbah. Jadi apa yang bisa diandalkan dalam hidup ini? Apa yang bisa dipegang dan tetap bertahan? Hanya perkataan Allah, janji setia-Nya. “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi,” kata-Nya melalui nabi Yeremia. Ia ingin disapa dengan sebutan “Bapa”, sebab kita sungguh anak-Nya.

27 Nov 08

Kamis. Why 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a; Luk 21:20-28. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. Kita tidak perlu menunggu sampai keadaan yang menakutkan dan mencekam itu berlalu. Tapi kalau semua itu mulai terjadi, nampak juga Penyelamat kita yang sudah dekat. Maka kita boleh bangkit berdiri dan mengangkat muka untuk melihat tanda keselamatan di langit. Ia datang untuk memenuhi janji-Nya akan menyertai kita sampai akhir zaman. Janji-Nya teguh dan bisa dipegang. Jadi apa yang kita takuti? Datanglah ya Tuhan, datanglah pada awal dan sepanjang hidup ini sampai perjumpaan yang menjadi puncak kebahagiaanku nanti.