Category Archives: Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari

1 September 2014

Senin. 1Kor 2:1-5; Luk 4:16-30. Supaya imanmu jangan tergantung pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Umumnya orang berusaha tampil meyakinkan supaya diterima oleh khalayak ramai. Caranya bisa dengan menonjolkan pangkat atau jasa orangtua, atau dirinya sendiri. Paulus memperkenalkan diri sebagai rasul Yesus Kristus. Ia pergi dari kota ke kota untuk mewartakan Injil. Apakah yang bisa ia tonjolkan supaya berwibawa dan menyakinkan? Menurut dia sendiri, ia tidak pandai berbicara. Apalagi ia dulu menganiaya pengi-kut Kristus. Tapi Paulus tidak berkecil hati. Seandainya dia hebat, orang akan menerima iman karena kehebatan Paulus. Tapi sekarang, kalau ada yang sampai kepada Kristus karena pewartaannya, itu karena kekuatan Roh Kudus. Begitu juga Yesus dihina kerena ia “hanya” anak Yusuf, orang kebanyakan. Manusia sering melihat dan menilai luarnya saja. Kita diajak melihat lebih dalam

31 Agustus 2014

Minggu Biasa XXII. Yer 20:7-9; Rm 12:1-2; Mat 16:21-27. Engkau telah membujuk aku ya Tuhan, dan aku telah membiarkan diriku Kaubujuk. Bila Tuhan memanggil, Ia tidak memaksa atau mengancam. Ia membujuk dengan halus. Lihat bagaimana Yeremia tawar menawar dengan Allah. Akhirnya ia dengan berat hati menerimanya juga. Dan betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung sebagai nabi. Di saat cobaan datang bertubi-tubi dari orang-orang yang menolak Allah dan nabi-Nya, Yeremia ingin lari saja. Tapi ia tidak mampu. Kasih Tuhan begitu kuat. Memang, hanya dengan kekuatan kasih Tuhan kita bisa bertahan.